Berita

Polres Lombok Tengah Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Pasca Event MotoGP 2025

×

Polres Lombok Tengah Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Pasca Event MotoGP 2025

Share this article

Lombok Tengah – Kepolisian Resor Lombok Tengah (Polres Loteng) mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca pelaksanaan event MotoGP Mandalika 2025 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K. melalui Kasi Humas IPTU L. Brata Kusnadi menyampaikan bahwa suksesnya pelaksanaan ajang MotoGP tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat Lombok Tengah mampu menjadi tuan rumah yang aman, tertib, dan ramah terhadap wisatawan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta pemerintah daerah yang telah turut menjaga keamanan selama pelaksanaan MotoGP. Kami berharap suasana kondusif ini tetap kita pelihara bersama, terutama pasca event berakhir,” ujar Kasi Humas IPTU L. Brata Kusnadi, Selasa (14/10).

Ia menambahkan, pasca event internasional tersebut, potensi keramaian dan mobilitas masyarakat masih cukup tinggi, terutama di kawasan wisata Mandalika dan sekitarnya. Untuk itu, Polres Loteng tetap meningkatkan kegiatan patroli dialogis untuk menghimbau masyarakat serta meminimalisir gangguan kamtibmas.

“Jangan sampai euforia setelah event membuat kita lengah. Kami terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap segala bentuk gangguan keamanan, termasuk pencurian, balap liar, maupun peredaran miras dan narkotika,” tegas Kapolres.

Selain itu, Brata juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kamtibmas melalui komunikasi dan koordinasi dengan aparat kepolisian, terutama di tingkat Polsek dan Bhabinkamtibmas.

“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Mari kita jaga Lombok Tengah agar tetap aman, nyaman, dan menjadi destinasi wisata yang selalu dirindukan wisatawan,” pungkasnya.

Polres Lombok Tengah memastikan akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan preventif dan humanis demi menjaga stabilitas keamanan pasca event MotoGP 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…