Berita

Bhabinkamtibmas Desa Mas-mas Polsek BKU Dampingi Pendistribusian Makanan Bergizi Gratis di Batukliang Utara

×

Bhabinkamtibmas Desa Mas-mas Polsek BKU Dampingi Pendistribusian Makanan Bergizi Gratis di Batukliang Utara

Share this article

Lombok Tengah – Bhabinkamtibmas Desa Mas-mas, Aipda Deni Supriadi, anggota Polsek Batukliang Utara Polres Lombok Tengah, Polda NTB, melaksanakan kegiatan pendampingan Pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Mas-mas dan Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa (14/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Deni Supriadi bersama Babinsa Desa Mas-mas, Sertu Budiadi, turut mendampingi tim pelaksana dari SPPG Yayasan Berkah Jaya Mandalika dalam menyalurkan makanan bergizi kepada masyarakat.

Adapun sasaran program MBG ini adalah murid atau siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tersebar di Desa Mas-mas dan Desa Aik Bukak, dengan total penerima sebanyak 2.479 orang/porsi.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah serta ibu hamil dan menyusui. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan berkualitas.

Program tersebut dikoordinir oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lombok Tengah.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Bhabinkamtibmas berharap masyarakat dapat terus mendukung dan memanfaatkan program pemerintah secara optimal.

“Kami mendampingi agar pelaksanaan program berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam mendukung program pemerintah,” ujar Aipda Deni Supriadi di sela kegiatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…