Berita

Polisi Intensifkan Patroli Siang-Malam untuk Jaga Keamanan Jakarta

×

Polisi Intensifkan Patroli Siang-Malam untuk Jaga Keamanan Jakarta

Share this article

 

Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya meningkatkan intensitas patroli siang dan malam demi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat ibu kota. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga merasa aman saat beraktivitas.

“Kegiatan patroli ini adalah salah satu tugas kepolisian sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 2 Tahun 2022, di mana tugas pokok Polri adalah memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman. Patroli ini adalah bentuk perlindungan kepada masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi, Jumat (19/8/2025).

Ade Ary menegaskan patroli akan terus dilaksanakan secara menyeluruh dan rutin di setiap polres, tidak hanya pascakericuhan di Jakarta.

Pada Kamis (18/9) malam, Polda Metro Jaya kembali menggelar patroli skala besar dengan mengerahkan 50 personel. Patroli tersebut menyasar sejumlah titik, termasuk tempat-tempat tongkrongan warga di kawasan Jakarta Selatan.

Kasubbagminopsnal Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Eko Widjaja menjelaskan, patroli malam itu merupakan upaya nyata kepolisian menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Pada malam hari kami melaksanakan kegiatan patroli dengan kekuatan 50 personel menuju wilayah selatan. Dalam pelaksanaannya, kami berkomitmen untuk menghadirkan rasa aman sekaligus memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada masyarakat yang kami lalui,” kata Eko.

Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya bentuk pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga wujud pelayanan Polri agar warga bisa beraktivitas dengan tenang.

Selain pada malam hari, Polda Metro Jaya secara konsisten menggelar patroli skala besar di siang hari. Sore kemarin, patroli yang dipimpin Eko difokuskan pada titik-titik rawan gangguan, mulai dari aksi kejahatan jalanan, potensi tawuran, hingga lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya massa. Personel dibagi menjadi dua kelompok dengan rute berbeda.

Kelompok pertama menyisir wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara, sedangkan kelompok kedua ditugaskan menjaga keamanan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, hingga Jakarta Selatan.

“Pada sore hari ini kita melaksanakan perintah pimpinan, yaitu patroli skala besar yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Jakarta. Tentunya hal tersebut selaras dengan program Kapolda Metro Jaya Jaga Jakarta. Kami berharap dengan adanya patroli skala besar ini masyarakat dapat merasa lebih aman,” pungkas Eko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…