Berita

Bripka Moh Iswandi Polsek Brang Rea, menghadiri kegiatan Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR

×

Bripka Moh Iswandi Polsek Brang Rea, menghadiri kegiatan Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR

Share this article

Sumbawa Barat – Bhabinkamtibmas Desa Beru, Bripka Moh Iswandi Polsek Brang Rea, menghadiri kegiatan Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi) yang berlangsung di halaman Puskesmas Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat,Jum’at (19/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa Barat beserta staf, Camat Brang Rea, Kepala Puskesmas Brang Rea bersama jajarannya, para Kepala Desa se-Kecamatan Brang Rea, serta personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Adapun sasaran dari kegiatan ini mencakup staf desa se-Kecamatan Brang Rea serta masyarakat umum.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya program Keluarga Berencana, khususnya dalam upaya mencegah stunting, meningkatkan kesehatan reproduksi, serta mengurangi angka kekerasan terhadap anak. Beberapa poin penting yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain manfaat KB bagi keluarga, pentingnya KB pasca bersalin, serta peran program KB dalam menekan angka stunting di masyarakat.

Bripka Moh Iswandi menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat dan perlindungan anak. “Sebagai Bhabinkamtibmas, saya turut hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib serta mendukung penuh edukasi yang diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumbawa Barat IPTU Ardiyatmaja menambahkan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan wujud nyata Polri yang selalu hadir di tengah masyarakat. “Polri melalui Bhabinkamtibmas berkomitmen untuk mendukung setiap program pemerintah yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya program KB yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas keluarga dan mencegah stunting,” tegasnya.

Dengan sinergi lintas sektor seperti ini, diharapkan program KBKR dapat semakin menyentuh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Brang Rea, sehingga dapat menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…