Berita

Kapolres Sumbawa Barat Apresiasi Dedikasi Polwan di Hari Jadi ke-77

×

Kapolres Sumbawa Barat Apresiasi Dedikasi Polwan di Hari Jadi ke-77

Share this article

Sumbawa Barat, Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-77, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K didampingi Pejabat Utama polres , memberikan kejutan spesial kepada anggota Polwan di Polres Sumbawa Barat. Suasana penuh kebahagiaan dan kehangatan terlihat jelas saat Kapolres tiba di lokasi dengan membawa kejutan untuk para Polwan.

Dalam acara sederhana yang digelar di Loby Polres, Kapolres memberikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada para Polwan yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen luar biasa dalam menjalankan tugas mereka sebagai penegak hukum. Selain itu, Kapolres juga mengucapkan selamat atas pencapaian Polwan yang telah berperan aktif dalam berbagai aspek pelayanan kepada masyarakat, serta ikut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumbawa Barat.

“Selamat Hari Jadi Polwan ke-77, semoga Polwan terus maju, berkarya, dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Terima kasih atas segala pengabdian dan semangat yang diberikan,” ujar AKBP Zulkarnain, S.I.K dalam sambutannya.

Acara ini juga dimeriahkan dengan potong tumpeng sebagai simbol penghargaan atas kinerja personel polwan dalam meemberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hari Jadi Polwan ke-77 ini menjadi momen penting untuk terus mengingatkan bahwa peran Polwan sangat vital dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Kapolres Sumbawa Barat berharap momentum peringatan Hari Jadi Polwan ke-77 ini dapat menjadi pelecut semangat bagi seluruh anggota Polwan untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan empati dalam melayani masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, Polwan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…