Berita

Polres Sumbawa Bekuk Tiga Pria Terduga Pengedar dan Pengguna Sabu di Sebuah Kos

×

Polres Sumbawa Bekuk Tiga Pria Terduga Pengedar dan Pengguna Sabu di Sebuah Kos

Share this article

Sumbawa, NTB – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sumbawa berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba dengan menangkap tiga orang terduga pelaku di sebuah kos di Kecamatan Alas. Dalam operasi ini, polisi menyita barang bukti sabu dengan berat Bruto Shabu 20,81 Gr.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, setelah dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba IPTU Harirustaman, S.H., menyampaikan bahwa “Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat tentang adanya dugaan peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Alas.” ujarnya

Menanggapi informasi tersebut, kasat narkoba segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan intensif. Pada Jumat, 12 September 2025, sekitar pukul 12.30 Wita, tim Opsnal melakukan penggerebekan di sebuah kamar kos di Desa Dalam. Di lokasi, polisi berhasil mengamankan tiga orang pria yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini. Ketiganya adalah AR (35), OS (25), dan TH (38).

Menurut keterangan dari saksi umum di lokasi, yaitu Saksi H (55) dan Saksi I (49), serta keterangan dari anggota polisi AIPDA Dudi Khaeruddin dan AIPDA Wissandi, S.H, penggerebekan ini dilakukan setelah polisi mengamati gerak-gerik para pelaku.

Berdasarkan hasil interogasi awal, diketahui bahwa OS dan TH datang ke kos tersebut untuk memesan sabu kepada seorang berinisial F. Setelah F pergi, AR datang dan menyerahkan sabu kepada TH. Ketiga pelaku, yakni AR, OS, dan TH, kemudian menggunakan sabu bersama di dalam kamar kos. Sementara itu, F berhasil melarikan diri dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain: 7 poket narkotika jenis sabu dan 1 buah alat hisap /bong, lengkap dengan 2 buah korek gas, 1 buah sumbu. Selain itu, petugas juga mengamankan 1 bungkus rokok Sampoerna, 3 unit ponsel Android, serta 1 sepeda motor Suzuki Satria F berwarna biru hitam tanpa nomor polisi, beserta kunci kontaknya.

Saat ini, ketiga terduga pelaku sudah diamankan di Polres Sumbawa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan adalah membuat laporan polisi, melakukan tes urine, menguji barang bukti di laboratorium, serta mendalami asal-usul barang haram tersebut. Pihak kepolisian juga terus memburu F yang berhasil kabur dari lokasi kejadian.

Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polres Sumbawa dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Polisi mengimbau masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba.(MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…