Berita

Polsek Labuhan Badas Gelar Patroli Rutin, Pastikan Kamtibmas Kondusif

×

Polsek Labuhan Badas Gelar Patroli Rutin, Pastikan Kamtibmas Kondusif

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Kepolisian Sektor Labuhan Badas, Polres Sumbawa, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pada Rabu, 20 Agustus 2025, Regu III Polsek Labuhan Badas melaksanakan patroli rutin di sejumlah titik strategis, termasuk area permukiman warga dan sekitar PLTD.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Labuhan Badas IPTU Eko Riyono, S.H.,M.Si., menyampaikan “Melalui patroli dan sambang dialogis, kami berharap dapat membangun sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Patroli yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dipimpin oleh anggota piket jaga Regu III. Dengan menggunakan kendaraan dinas roda empat, mereka menyasar permukiman warga untuk melakukan patroli dan sambang dialogis. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengar langsung aspirasi, serta memberikan imbauan kamtibmas.

Selain itu, patroli juga difokuskan pada pemantauan area keramaian guna mencegah potensi terjadinya tindak pidana 3C (Curi dengan Pemberatan, Curi dengan Kekerasan, dan Curi Biasa) serta premanisme.

Pelaksanaan patroli berjalan dengan lancar dan kondusif. Anggota Polsek Labuhan Badas berhasil menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat. Kegiatan ini disambut baik oleh warga yang merasa lebih aman dan terlindungi dengan kehadiran polisi di tengah-tengah mereka.

“Kami akan terus berupaya maksimal untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.” ujar Kapolsek. Secara keseluruhan, patroli ini berhasil menciptakan situasi yang aman, tertib, dan terkendali. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…