Berita

Kapolsek Parado Jadi Pemateri Seminar Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

×

Kapolsek Parado Jadi Pemateri Seminar Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Share this article

 

 

Kapolsek Parado Polres Bima Polda NTB Ipda Yakub menghadiri dan menjadi pemateri Seminar pencegahan peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar.

Kegiatan yang bertemakan “Bersama Mewujudkan Generasi Bersih dan Berprestasi Tanpa Narkoba ” yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN angkatan 4 Posko 16 dari Universitas Muhammadiyah Bima.

Seminar tersebut bertempat di Aula SMPN 2 Parado Pada Selasa 19 Agustus 2025 sekira pukul 09.00. Wita yang dihadiri oleh Pelajar,dewan guru serta wali murid.

Kapolsek Parado yang diwakili oleh Bripka Didik Hadi Siswanto dalam materinya memaparkan dampak negatif yang diakibatkan oleh Narkoba.

Untuk mencegah anak anak dari bahaya laten narkoba perlu adanya perhatian lebih dan tegas dari orang tua, dengan cara mengontrol pergaulan anak anak.

Sementara untuk memberantas peredaran gelap narkoba harus ada keterlibatan seluruh pihak dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik Insa Allah kita akan Mampu memberantas peredaran gelap narkoba.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat apabila mengetahui adanya peredaran gelap narkoba agar melaporkan ke pihak kepolisian agar ditindaklanjuti.

“Mari kita berantas dan perangi narkoba dalam bentuk apapun demi generasi kita”. Ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman Pungkas Adib menutup rilisannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…