Berita

Polres Sumbawa Barat Melaksanakan Gerakan Pangan Murah untuk Masyarakat

×

Polres Sumbawa Barat Melaksanakan Gerakan Pangan Murah untuk Masyarakat

Share this article

Sumbawa Barat, 13 Agustus 2025 – Pada Rabu, 13 Agustus 2025, Polres Sumbawa Barat menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Maluk dan Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan yang dipimpin oleh Wakapolres Sumbawa Barat, KOMPOL I Nyoman Adi Kurniawan, S.H., ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat di beberapa desa seperti Desa Pasir Putih dan Desa Bukit Damai di Kecamatan Maluk, serta Desa Kemuning di Kecamatan Sekongkang, berkesempatan membeli beras dan gula dengan harga yang lebih murah. Secara total, GPM berhasil mendistribusikan 410 karung beras (2.050 kg) dan 433 kg gula, dengan setiap kemasan gula berukuran 1 kg.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan aman hingga selesai pada pukul 20.30 WITA. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, yang sangat terbantu dengan adanya program tersebut, mengingat harga pangan yang cenderung melonjak.

Gerakan Pangan Murah ini mencerminkan komitmen Polres Sumbawa Barat dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…