Berita

Polres Sumbawa Bangun Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi, Sasar Ribuan Siswa

×

Polres Sumbawa Bangun Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi, Sasar Ribuan Siswa

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Polres Sumbawa secara resmi memulai pembangunan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di wilayah Mako Polsek Sumbawa. Peletakan batu pertama dilakukan pada Rabu (6/8/2025), disaksikan oleh berbagai tokoh penting dan perwakilan instansi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.20 WITA ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohammad Ansori, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Andhini, S.H.,S.I.K, dan perwakilan dari Dandim 1607 Sumbawa. Turut hadir pula Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Sumbawa, para asisten, pimpinan OPD Kabupaten Sumbawa, serta pimpinan CV Jaya Hakiki, pihak yang membantu pembangunan.

Dalam sambutannya, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Andhini, S.H.,S.I.K, menyampaikan bahwa “SPPG ini adalah salah satu dari tiga unit yang dibangun di jajaran Polda NTB. SPPG Polres Sumbawa nantinya akan melayani 3.258 siswa dari berbagai tingkatan, mulai dari TK hingga SMA, yang telah terdata sebagai penerima manfaat.” ungkapnya.

“Kami menerima perintah langsung dari Mabes dan Polda bahwa setiap Polres akan mendirikan satu SPPG. Ini adalah komitmen kami untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak di Sumbawa.” ujar Kapolres.

Kapolres Sumbawa juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa, terutama terkait pengeboran sumur di lokasi proyek yang kekurangan air. Pembangunan SPPG ini direncanakan selesai dalam 45 hari kerja dan diharapkan dapat beroperasi penuh pada akhir September.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohammad Ansori mengapresiasi inisiatif Polres Sumbawa. “Di wilayah Kabupaten Sumbawa saat ini telah berdiri enam unit SPPG, dan kami berharap semua pihak dapat berpartisipasi serta memberikan dukungan penuh,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama, disusul dengan zoom meeting virtual bersama Mabes Polri. Seluruh rangkaian kegiatan ini berakhir pada pukul 15.30 WITA dan berjalan dengan aman serta lancar. Pembangunan SPPG ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam upaya peningkatan kualitas gizi dan pendidikan bagi ribuan siswa di Kabupaten Sumbawa. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…