Berita

Sat Polairud Polres Bima Kota Bersama Pos SAR Bima Amankan Festival Sangiang Api 2025 di Pantai dan Perairan Wera

×

Sat Polairud Polres Bima Kota Bersama Pos SAR Bima Amankan Festival Sangiang Api 2025 di Pantai dan Perairan Wera

Share this article

Bima, NTB (31 Juli 2025) – Sat Polairud Polres Bima Kota bersama Pos SAR Bima menunjukkan sinergi dan komitmen tinggi dalam menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat pada hari ke-3 Festival Sangiang Api 2025 yang berlangsung di kawasan Pantai dan Perairan Wera, Kabupaten Bima, Rabu (30/7/2025) mulai pukul 09.00 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Biaq Fitria Ningsih menyampaikan bahwa kolaborasi antara Sat Polairud Polres Bima Kota dan Pos SAR Bima sangat penting, mengingat lokasi kegiatan yang berada di wilayah pesisir dan laut.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan semua aspek pengamanan, baik di darat maupun di perairan, berjalan dengan lancar dan aman. Kehadiran petugas gabungan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menghindari kecelakaan laut dan gangguan keamanan lainnya,” ujar Ipda Biaq.

Dalam pelaksanaannya, pengamanan difokuskan di titik-titik rawan sepanjang garis pantai dan wilayah perairan tempat berlangsungnya festival. Petugas gabungan juga aktif memberikan imbauan kepada para peserta dan pengunjung untuk selalu waspada, menjaga keselamatan pribadi, dan mematuhi arahan dari petugas di lapangan.

“Kami mengimbau seluruh pengunjung agar tidak berenang terlalu jauh ke laut, tetap menggunakan pelampung saat naik perahu, dan tidak membawa benda berbahaya selama kegiatan berlangsung,” tambah Ipda Biaq.

Polres Bima Kota menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan budaya dan pariwisata daerah, seperti Festival Sangiang Api, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat.

Festival Sangiang Api sendiri merupakan salah satu agenda budaya dan wisata tahunan yang menarik minat masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Dengan pengamanan yang optimal, diharapkan festival ini berlangsung meriah dan aman hingga hari terakhir pelaksanaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…