Berita

Kapolres Sumbawa Pimpin Transplantasi Terumbu Karang dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

×

Kapolres Sumbawa Pimpin Transplantasi Terumbu Karang dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Kapolres Sumbawa, didampingi oleh tim selam Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Sumbawa, sukses melaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang di Pantai Kencana Labuan Sumbawa pada Kamis, 26 Juni 2025. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Transplantasi terumbu karang merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan bawah laut yang vital. Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H.,S.I.K.,M.A.P, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen Polri, khususnya Polres Sumbawa, dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepedulian Polres Sumbawa terhadap lingkungan, khususnya terumbu karang yang merupakan rumah bagi berbagai jenis biota laut dan sangat penting bagi keseimbangan ekosistem,” ujar Kapolres Sumbawa.

Tim selam Sat Polairud Sumbawa yang memiliki keahlian khusus dalam penyelaman, secara sigap menanam bibit-bibit terumbu karang di area yang telah ditentukan. Proses transplantasi ini diharapkan dapat membantu pemulihan terumbu karang yang rusak akibat berbagai faktor, seperti perubahan iklim dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat sekitar Pantai Kencana Labuan Sumbawa turut menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap inisiatif positif seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi pihak lain untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi momentum bagi Polres Sumbawa untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…