Berita

Polres Loteng Gelar Turnamen Panahan Dan Catur Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79.

×

Polres Loteng Gelar Turnamen Panahan Dan Catur Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79.

Share this article

Lombok Tengah, (NTB) – Dalam rangka memeriahkan hari Bhayangkara ke-79, Polres Lombok Tengah menggelar Student Archery Tournament dan Lomba Catur yang diselenggarakan di Mapolres, Sabtu (22/6).
‎
‎Lomba Student Archery Tournament sukses menarik perhatian kalangan pelajar dari berbagai wilayah, sebanyak 160 peserta pelajar dari seluruh pulau Lombok hadir dalam kejuaraan tersebut.
‎
‎”Kami sangat bangga melihat antusiasme para peserta dalam turnamen ini, kami berharap dapat ikut serta mengembangkan bakat – bakat muda dibidang olahraga panahan,” kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., saat membuka acara turnamen tersebut.
‎
‎Dalam turnamen tersebut terdapat dua kategori yang diperlombakan diantaranya, under 18 putra/putri dengan jarak tembak 20 meter, kategori ini menguji ketepatan dan fokus para pemanah muda.
‎
‎”Dan juga ada kategori under 12 Putra/Putri untuk peserta yang lebih muda, jarak tembak disesuaikan menjadi 10 meter, memberikan kesempatan bagi talenta-talenta baru untuk unjuk kebolehan,” jelas Kapolres.
‎
‎Selain turnamen panahan, Polres Lombok Tengah juga menggelar lomba catur yang diikuti oleh personel internal Polres Lombok Tengah. Lomba catur ini bertujuan untuk mengasah kemampuan strategi dan kekompakan antara personel Polres Lombok Tengah.
‎
‎”Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong minat terhadap olahraga panahan dan melahirkan atlet-atlet panahan berprestasi di masa depan, sebagai bagian dari kontribusi positif Polri dalam mendukung pembinaan generasi muda dibidang olahraga,” pungkas AKBP Eko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…