Berita

Polsubsektor Brang Ene Lakukan Pengamanan Pertandingan Sepak Bola di Desa Mura, Sekaligus Ajak Warga Jaga Kamtibmas

×

Polsubsektor Brang Ene Lakukan Pengamanan Pertandingan Sepak Bola di Desa Mura, Sekaligus Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Pada hari Kamis, 12 Juni 2025, sekitar pukul 15.00 WITA hingga selesai, personel Polsubsektor Brang Ene, Polsek Taliwang, melaksanakan pengamanan kegiatan pertandingan sepak bola yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat.

Pengamanan ini dilakukan guna memastikan kegiatan olahraga masyarakat berjalan dengan aman dan tertib. Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memanfaatkan momentum untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat yang hadir.

Petugas mengimbau warga agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya (hoaks), serta aktif melapor kepada Bhabinkamtibmas atau langsung ke Polsubsektor Brang Ene apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas maupun indikasi tindak kejahatan.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran polisi dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bentuk pelayanan dan komitmen Polri dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.

“Kami terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam rangka pengamanan, tetapi juga untuk membangun komunikasi dan kepercayaan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas. Jangan mudah percaya dengan berita yang belum jelas sumbernya, dan segera laporkan jika ada hal-hal mencurigakan,” ujar AKP Zainal Abidin.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta tercipta lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…