Berita

Kapolsek Maluk Polres Sumbawa Barat Pimpin Bakti Religi Sambut HUT Bhayangkara ke-79 Tahun 2025

×

Kapolsek Maluk Polres Sumbawa Barat Pimpin Bakti Religi Sambut HUT Bhayangkara ke-79 Tahun 2025

Share this article

Sumbawa Barat – Kapolsek Maluk Polres Sumbawa Barat, Kompol Tohir, S.H., memimpin langsung kegiatan Bakti Religi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat pagi, 13 Juni 2025, di Gedung Serbaguna Graha Nusantara Umat Katolik yang terletak di Gang Solata, Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

“Dalam bakti religi ini, Kapolsek Maluk memerintahkan anggotanya untuk melakukan pembersihan di samping dan di dalam Gedung Serbaguna Graha Nusantara Umat Katolik,” tutur Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui AKP Zainal Abidin.

Lanjut AKP Zainal, personel Polsek Maluk bersama warga umat Katolik melakukan aksi gotong royong membersihkan area di dalam dan sekitar gedung serbaguna. Selain itu, dilakukan juga perataan tumpukan tanah dan batu kerikil di samping gedung guna memperbaiki lingkungan tempat ibadah tersebut.

Kasi Humas menjelaskan, dalam kegiatan bakti religi dilaksanakan oleh gabungan personel Polsek Maluk bersama warga umat Katolik yang dipimpin langsung Kapolsek Maluk Kompol Tohir, S.H.

AKP Zainal menambahkan bahwa kegiatan bakti religi dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-79 Tahun 2025 berakhir pukul 09.30 WITA, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…