Berita

Ungkap Kasus Pencurian Daging Sapi, Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Amankan Seorang Pelaku

×

Ungkap Kasus Pencurian Daging Sapi, Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Amankan Seorang Pelaku

Share this article

Kota Bima, NTB (3 Juni 2025) – Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Polres Bima Kota berhasil mengungkap kasus pencurian daging sapi yang kerap meresahkan warga, khususnya seorang pedagang daging di wilayah Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan pada Minggu (1/6/2025) berdasarkan laporan korban bernama Doni Ardiansyah (46), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Kelurahan Paruga.

Tindak pidana pencurian tersebut terjadi di rumah korban di RT 005 RW 002 Kelurahan Paruga. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, korban sering kehilangan daging sapi yang ia siapkan untuk dijual ke pasar. “Kehilangan yang dialami korban bervariasi, mulai dari 5,5 kilogram hingga 15 kilogram setiap harinya, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 30 juta,” ujar Ipda Baiq Fitria.

Menanggapi kehilangan yang terus terjadi, korban memasang kamera pengawas (CCTV) di rumahnya pada Sabtu (31/5/2025). Keesokan harinya, pada Minggu pagi (1/6/2025), saat kembali terjadi kehilangan daging sekitar 5,5 kilogram senilai Rp 600.000, korban bersama keluarganya memeriksa rekaman CCTV. Dari hasil rekaman tersebut, pelaku akhirnya teridentifikasi.

Pelaku berinisial FI (34), warga Kelurahan Paruga yang bekerja di sekitar lingkungan rumah korban, langsung diamankan oleh Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat yang dipimpin oleh Ps. Kanit Reskrim IPDA M. Imanudin, S.H. sekitar pukul 17.30 WITA di tempat kerjanya.

“Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku terlihat mengambil daging pada pukul 03.59 WITA. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan mengungkapkan bahwa daging curian tersebut telah dijual di Pasar Raya Amahami seharga Rp 100.000,” jelas Kasi Humas.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan uang tunai sebesar Rp 85.000, yang merupakan sisa dari hasil penjualan barang bukti yang telah digunakan untuk kebutuhan pribadi.

Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Rasana’e Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Kami mengapresiasi laporan masyarakat yang sangat membantu pengungkapan kasus ini. Polsek Rasana’e Barat berkomitmen untuk terus memberantas segala bentuk tindak kriminalitas di wilayah hukumnya,” tutup Ipda Baiq Fitria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…