Berita

Polres Loteng Tinjau Lahan Jagung Warga di Praya Barat, Ajak Optimalkan Perawatan.

×

Polres Loteng Tinjau Lahan Jagung Warga di Praya Barat, Ajak Optimalkan Perawatan.

Share this article

Praya, Lombok Tengah – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan program pemerintah, Polres Lombok Tengah melalui jajarannya melakukan peninjauan langsung lahan perkebunan jagung milik warga di Kecamatan Praya Barat.
‎
‎Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi tanaman dan mendorong petani agar mengoptimalkan perawatan demi hasil panen yang maksimal.
‎
‎Peninjauan kali ini fokus pada lahan jagung seluas 70 are milik Bapak Rajab, seorang petani di Kecamatan Praya Barat. Lahan tersebut saat ini memasuki masa tanam sekitar 3 bulan, menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik.
‎
‎Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Lombok Tengah, AKP Agus Pujianto mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi jagung yang terlihat sangat menjanjikan.
‎
‎”Alhamdulillah, saat ini kondisi jagung milik Bapak Rajab sangat bagus. Kedepannya kita harapkan hasil panennya melimpah,” ujar AKP Agus Pujianto.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, AKP Agus Pujianto menyampaikan pihaknya juga berdialog dengan Bapak Rajab dan petani lainnya, memberikan motivasi serta imbauan untuk terus menjaga dan mengoptimalkan perawatan tanaman jagung.
‎
‎”Perawatan yang baik, seperti pemupukan yang teratur, pengendalian hama dan penyakit, serta pengaturan irigasi yang tepat, sangat krusial untuk mencapai produktivitas panen yang tinggi,” ungkap Agus.
‎
‎Polres Lombok Tengah berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertanian di wilayahnya. Peninjauan seperti ini merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan petani, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan memberikan dukungan moral serta koordinasi dengan instansi terkait jika diperlukan.
‎
‎”Diharapkan dengan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, para petani jagung di Lombok Tengah dapat terus meningkatkan hasil panennya, berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…