Berita

Dukung Pelajar di Dunia Olahraga, Polres Seruyan Beri Penghargaan 2 Atlet Muda Berprestasi

×

Dukung Pelajar di Dunia Olahraga, Polres Seruyan Beri Penghargaan 2 Atlet Muda Berprestasi

Share this article

 

Seruyan – Polres Seruyan jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dibawah kepemimpinan AKBP Hans Itta Papahit, menunjukkan komitmen dalam mendukung prestasi pelajar di dunia olahraga.

Hal tersebut, dibuktikan melalui pemberian piagam penghargaan dan apresiasi oleh Komite Olahraga Polri Polres Seruyan kepada atlet RESPEK yang berpartisipasi pada Fun Run 5K yang digelar dalam rangka memperingati Hardiknas dan Milad Muhammadiyah tahun 2025 di Kab. Kotawaringin Timur (Kotim). Rabu (21/5/2025).

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menyatakan bahwa apresiasi ini merupakan wujud dukungan terhadap generasi muda dan pelajar yang berprestasi.

“Hal ini juga sebagai bentuk sinergi antara Polri dengan masyarakat, terutama dalam meningkatkan dan membangun SDM yang unggul, sekaligus mendorong prestasi pelajar ketingkat lebih tinggi,” ungkap Kabidhumas.

Sementara itu, Kapolres Seruyan menegaskan bahwa pihaknya akan selalu berkomitmen dalam mendukung peningkatan prestasi generasi muda, terutama para pelajar.

Tentunya Polres Seruyan juga akan menjalin kerjasama dengan KONI, sekolah-sekolah dan stakeholder terkait, dengan tujuan membangun ekosistem olahraga yang aktif, kompetitif dan berkelanjutan sebagai wadah pembinaan atlet muda.

“Diharapkan apresiasi dan penghargaan yang diberikan ini dapat menjadi motivasi generasi muda khususnya para pelajar di Kab. Seruyan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan potensi diri,” tutupnya.

Sebagai informasi, penyerahan piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Kapolres dan Wakapolres Seruyan kepada Rusdiani selaku pelatih teknis, Devi atlet peraih juara 3 Fun Run 5K dan Nur Zahra atlet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…