Berita

Ops Damai Cartenz-2025 Pererat Hubungan dengan Masyarakat Kampung Okpol Melalui Patroli Sambang

×

Ops Damai Cartenz-2025 Pererat Hubungan dengan Masyarakat Kampung Okpol Melalui Patroli Sambang

Share this article

 

Pegunungan Bintang, Papua – Personel Satgas Ops Damai Cartenz-2025 sektor Pegunungan Bintang melaksanakan Patroli Sambang di Kampung Okpol, Distrik Oksibil, pada Senin (19/5/2025). Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda Santosa, S.H., selaku Komandan Tim, bertujuan menciptakan rasa aman sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat.

Patroli ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Ops Damai Cartenz-2025 yang bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Selama kegiatan, tim berdialog dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan warga untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan bersama.

Kaops Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi oleh Wakaops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai sarana membangun kepercayaan masyarakat.

“Patroli Sambang bukan sekedar kegiatan rutin, melainkan bentuk nyata pendekatan humanis yang kami kedepankan. Dengan mendengar langsung kebutuhan masyarakat, kami bisa menciptakan solusi yang lebih efektif untuk menjaga kedamaian di Papua,” ujar Brigjen Faizal Ramadhani.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., turut memberikan pernyataan terkait pentingnya peran komunikasi dalam membangun kepercayaan.

“Kami mendorong masyarakat untuk aktif berkomunikasi dengan aparat, baik dalam memberikan informasi maupun dalam menjaga kedamaian bersama. Bersama-sama, kita bisa menciptakan situasi yang damai dan kondusif,” ujar Kombes Yusuf Sutejo.

Patroli Sambang ini diakhiri dengan pemberian pesan-pesan kamtibmas, seperti menjaga kerukunan antarwarga, mendukung program pemerintah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat Papua dengan pendekatan humanis. Bersama, kita bangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tutup Brigjen Faizal Ramadhani.

Dengan kegiatan ini, Satgas Ops Damai Cartenz-2025 kembali membuktikan dedikasinya dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua sekaligus membangun harmoni antara aparat keamanan dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…