Berita

Kunjungan Bhabinkamtibmas Jadi Media Edukasi Ketahanan Pangan Keluarga

×

Kunjungan Bhabinkamtibmas Jadi Media Edukasi Ketahanan Pangan Keluarga

Share this article
Ketahanan Pangan Nasional Dimulai dari Pekarangan Rumah: Inisiatif Polsek Kuripan

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Sektor (Polsek) Kuripan, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program pemerintah, salah satunya adalah program ketahanan pangan.

Melalui kegiatan Bhabinkamtibmas, jalinan silaturahmi dengan masyarakat dipererat sembari menyosialisasikan pentingnya memanfaatkan lahan produktif untuk menunjang ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.

Bhabinkamtibmas Desa Kuripan Utara, Bripka Ahmad Rosyidi, melaksanakan kunjungan ke kediaman salah seorang warga binaannya, H. Nasrah, di Dusun Pelulan, Senin (19/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA ini bertujuan untuk secara langsung menyampaikan pesan-pesan terkait ketahanan pangan sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program tersebut.

Dalam kunjungannya, Bripka Ahmad Rosyidi tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai urgensi ketahanan pangan, terutama dalam kondisi global yang penuh tantangan.

Ia menekankan bahwa dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang ada, masyarakat dapat berkontribusi signifikan dalam menciptakan kemandirian pangan di tingkat keluarga.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.

“Melalui kegiatan sambang seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya di Desa Kuripan Utara, untuk lebih kreatif dan produktif. Dalam memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah,” ujar Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., saat dimintai keterangan terpisah mengenai kegiatan anggotanya.

Pentingnya Ketahanan Pangan di Tingkat Keluarga

Ipda I Wayan Eka Ariyana menambahkan bahwa inisiatif Bripka Ahmad Rosyidi merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Dengan adanya kesadaran dan kemauan dari masyarakat untuk menanam tanaman pangan di pekarangan rumah. Kita tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan secara nasional,” jelas Ipda I Wayan Eka Ariyana.

Respon Positif dari Warga

Kunjungan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Bripka Ahmad Rosyidi mendapatkan respon positif dari H. Nasrah selaku warga binaan.

Ia menyambut baik inisiatif Polri dalam memberikan edukasi dan motivasi terkait program ketahanan pangan.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Bhabinkamtibmas. Informasi yang beliau sampaikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami tentang pentingnya memanfaatkan lahan untuk menanam. Insya Allah, kami akan berusaha untuk menindaklanjuti ajakan ini,” tutur H. Nasrah dengan antusias.

Komunikasi Efektif Kunci Keberhasilan

Lebih lanjut, Kapolsek Kuripan menekankan bahwa keberhasilan program-program kepolisian.

Termasuk dalam mendukung ketahanan pangan, sangat bergantung pada terjalinnya komunikasi yang baik antara Bhabinkamtibmas dan warga binaannya.

Kegiatan kunjungan dan silaturahmi ini menjadi wadah yang efektif untuk membangun kepercayaan dan kerjasama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…