Berita

Kecelakaan Maut Dum Truk dan Sepeda Motor di Kayangan, Satu Korban Meninggal Dunia

×

Kecelakaan Maut Dum Truk dan Sepeda Motor di Kayangan, Satu Korban Meninggal Dunia

Share this article

 

Lombok Utara – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dum truk dan satu unit sepeda motor terjadi pada Selasa (13/5/2025) pukul 16.30 Wita di Dusun Tampes, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa bermula saat sepeda motor Honda Supra X 125 yang dikendarai oleh Ahmad (50), warga Dusun Sambik Rindang, Desa Salut, Kecamatan Kayangan, melaju dari arah selatan menuju utara, membonceng istri dan anaknya. Pada waktu bersamaan, sebuah mobil dum truk yang dikemudikan oleh MH (21), warga Dusun Nangka Lomboq, Desa Gumantar, melaju dari arah timur (arah bayan) ke barat (arah Khayangan).

Saat tiba di pertigaan Alfamart Dusun Tampes, diduga pengemudi dum truk tidak melihat sepeda motor yang hendak berbelok ke kanan (arah Bayan), sehingga terjadi tabrakan. Akibat kecelakaan ini, Sahani (27), istri pengendara motor yang dibonceng, mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia. Sementara itu, pengendara motor mengalami luka memar pada pipi kanan dan anaknya, Musmuliadi (8), mengalami luka di bagian kaki kanan.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Lombok Utara, AKP Belly Rizaldi Nata Indra, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak Kepolisian segera menerima laporan dari warga, mendatangi lokasi kejadian, serta membawa korban ke Puskesmas Khayangan untuk penanganan medis.

“Setelah mendapat informasi, anggota kami langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan satu unit dum truk tanpa nomor polisi,” jelas AKP Belly Rizaldi.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, khususnya saat berkendara di area persimpangan atau tikungan yang rawan kecelakaan.

Penyelidikan lebih lanjut kini masih dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…