Berita

Kapolsek Seteluk Hadiri Pelepasan 37 Calon Jemaah Haji Asal Seteluk dan Poto Tano

×

Kapolsek Seteluk Hadiri Pelepasan 37 Calon Jemaah Haji Asal Seteluk dan Poto Tano

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Dalam rangka memberikan dukungan moral dan penghargaan kepada warga yang akan menunaikan ibadah haji, Kapolsek Seteluk, AKP Siswoyo, S.H., menghadiri acara pelepasan 37 calon jemaah haji asal Kecamatan Seteluk dan Poto Tano. Acara tersebut digelar di halaman Kantor Camat Seteluk, Selasa (13/05/2025).

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh unsur Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jemaah yang antusias hadir untuk mengantar dan memberikan doa restu kepada para tamu Allah.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kapolsek Seteluk, AKP Siswoyo, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran kepolisian merupakan bentuk empati sekaligus dukungan nyata terhadap masyarakat yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

“Kami mengucapkan selamat kepada 37 calon jemaah haji asal Seteluk dan Poto Tano. Semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, para jemaah diberi kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujar AKP Siswoyo.

Guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polsek Seteluk juga menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi acara hingga proses keberangkatan jemaah.

Selain itu, jajaran kepolisian juga memberikan pesan-pesan keselamatan dan imbauan kepada para jemaah untuk selalu menjaga kebersamaan, kedisiplinan, dan ketertiban selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergitas antara kepolisian dan pemerintah kecamatan dalam mendukung kegiatan keagamaan serta mempererat hubungan dengan masyarakat. Suasana haru dan bangga terasa kental dalam momen pelepasan yang diakhiri dengan doa bersama dan pemberangkatan secara simbolis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…