Berita

Sambut Lomba Kebersihan Tingkat Kota, Bhabinkamtibmas Kelurahan Na’e Gelar Gotong Royong Bersama Warga

×

Sambut Lomba Kebersihan Tingkat Kota, Bhabinkamtibmas Kelurahan Na’e Gelar Gotong Royong Bersama Warga

Share this article

Kota Bima, NTB (6 Mei 2025) – Dalam rangka menyambut dan mempersiapkan lomba kebersihan tingkat Kota Bima, Bhabinkamtibmas Kelurahan Na’e, Polsek Rasana’e Barat, Polres Bima Kota, Aipda Sukardin, melaksanakan kegiatan gotong royong bersama warga dan perangkat lingkungan setempat, Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 10.40 WITA.

Kegiatan gotong royong ini berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Salama, Kelurahan Na’e, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perangkat RT/RW serta masyarakat setempat yang secara aktif bergotong royong membersihkan lingkungan.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk sinergi antara aparat kepolisian dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri.

“Bhabinkamtibmas Aipda Sukardin turut memotivasi warga agar menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari, tidak hanya saat ada lomba kebersihan,” jelas Ipda Baiq Fitria.

Selain sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat di wilayah binaan.

Dengan adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kelurahan Na’e dapat meraih hasil terbaik dalam lomba kebersihan tingkat Kota Bima serta menjadikan lingkungan lebih nyaman dan sehat bagi seluruh warganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…