Berita

Polsek Kuripan Kawal Ketat Distribusi Makan Bergizi Gratis

×

Polsek Kuripan Kawal Ketat Distribusi Makan Bergizi Gratis

Share this article
Tahap Pertama Program MBG Sasar Ratusan Sekolah di Kuripan

Kuripan, Lombok Barat – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia resmi bergulir di wilayah Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Penyaluran perdana yang dilaksanakan pada Senin (5/5/2025) sejak pukul 08.30 WITA ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Sektor Kuripan, Polres Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal program strategis ini di wilayah hukumnya.

“Kami dari Polsek Kuripan melakukan monitoring secara langsung dalam pendistribusian dan pembagian tahap pertama Program Makan Bergizi Gratis ini. Hal ini kami lakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran,” ujar Ipda I Wayan Eka Ariyana di sela-sela kegiatan monitoring.

Lebih lanjut, Ipda I Wayan Eka Ariyana menjelaskan bahwa untuk wilayah Kecamatan Kuripan, Unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditunjuk dan telah memenuhi persyaratan adalah UD Yafi Saladin yang berlokasi di Dusun Tongkek, Desa Kuripan.

Dapur unit ini melibatkan 65 orang petugas yang terdiri dari kepala SPPG, kepala UD, ahli gizi, akuntan, asisten lapangan, hingga puluhan karyawan dapur.

Dapur SPPG Siapkan Ribuan Porsi Makan Bergizi

UD Yafi Saladin sebagai pelaksana program di tingkat kecamatan telah menyiapkan ribuan paket makanan bergizi untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Proses pendistribusian menggunakan dua unit mobil box dan dimulai pada pukul 08.30 WITA hingga 11.30 WITA.

Kepala SPPG Kuripan, Hasim Asari, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan tahap awal program ini.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh tim dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, penyaluran hari ini berjalan dengan baik. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan ketepatan waktu dalam penyediaan makanan bergizi ini,” ungkap Hasim Asari.

Ribuan Siswa di Kuripan Terima Manfaat Program MBG Tahap Awal

Pada tahap pertama ini, sebanyak 3.305 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Kuripan menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Sekolah-sekolah yang menerima manfaat pada hari perdana ini meliputi tingkat TK, PAUD, MI, SD, MTs, hingga SMP.

Beberapa di antaranya adalah TK Handayani, TK Negeri 2 Kuripan, MI Darul Hasanah, SDN 1 Kuripan, SMPN 1 Kuripan, dan MTSN 1 Model Kuripan.

Ahli Gizi SPPG Kuripan, Chairun Nisakh, menjelaskan bahwa setiap porsi makanan yang disalurkan telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

“Kami memastikan setiap paket makanan mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak-anak. Penggunaan ompreng stainless sebagai wadah makanan juga menjadi perhatian kami untuk menjaga kebersihan dan kualitas makanan,” jelas Chairun Nisakh.

Monitoring Ketat untuk Kelancaran Program

Dalam memastikan kelancaran pendistribusian dan pembagian di setiap sekolah, Bhabinkamtibmas di bawah kendali langsung Kapolsek Kuripan turut aktif melakukan monitoring.

Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung suksesnya program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.

Kegiatan penyaluran tahap pertama Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Kuripan berakhir pada pukul 11.30 WITA dan dilaporkan berjalan kondusif serta terkendali.

Kapolsek Kuripan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan monitoring pada tahap-tahap selanjutnya untuk memastikan program ini memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kuripan,” pungkas Ipda I Wayan Eka Ariyana.

Dengan dimulainya program ini, diharapkan anak-anak di Kecamatan Kuripan dapat tumbuh sehat dan cerdas, sejalan dengan visi dan misi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kehadiran aparat kepolisian dalam mengawal program ini memberikan rasa aman dan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan rencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…