Berita

Aksi Balap Liar Diantisipasi Polres Lombok Barat, Satu Motor Diamankan

×

Aksi Balap Liar Diantisipasi Polres Lombok Barat, Satu Motor Diamankan

Share this article
Aksi Balap Liar Diantisipasi Polres Lombok Barat, Satu Motor Diamankan

Lombok Barat, NTB – Tim Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta Kepolisian Resor Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat, bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas balap liar di wilayah hukumnya.

Dalam kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Selasa dini hari (06/07/2024) mulai pukul 03.30 WITA, petugas berhasil mengamankan satu unit sepeda motor dengan spesifikasi yang mengarah pada praktik balap liar di kawasan Underpass Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya rutin yang ditingkatkan oleh Polres Lombok Barat dalam rangka mengantisipasi terjadinya tindak pidana 3C (Curat, Curas, Curanmor) serta berbagai bentuk kriminalitas lainnya.

Selain itu, patroli ini juga menyasar potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) seperti aksi balap liar yang seringkali meresahkan warga dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Samapta Polres Lombok Barat, Iptu Eko Nugroho, S.H., melalui keterangan tertulisnya membenarkan adanya kegiatan patroli tersebut.

Menjelaskan bahwa penindakan ini berawal dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat terkait adanya indikasi balap liar di jalur Underpass Dasan Baru yang juga merupakan bagian dari jalan bypass BIL II (Bandara Internasional Lombok).

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat

“Kami menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya indikasi aktivitas balap liar di sekitar Underpass Dasan Baru. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Patroli Perintis Presisi kami segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Iptu Eko Nugroho.

Amankan Satu Unit Sepeda Motor

Dalam kegiatan tersebut, tim patroli berhasil mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas balap liar.

Sepeda motor tersebut memiliki ciri-ciri modifikasi yang umumnya digunakan untuk balap liar. Seperti perubahan pada knalpot yang menghasilkan suara bising dan perubahan pada bagian lain kendaraan yang tidak sesuai dengan standar keselamatan berkendara di jalan raya.

“Saat tim tiba di lokasi, kami mendapati beberapa remaja yang diduga hendak melakukan aksi balap liar. Satu unit sepeda motor dengan spesifikasi balap liar berhasil kami amankan. Sementara itu, para remaja yang lain diberikan pembinaan dan peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatan serupa,” lanjut Iptu Eko Nugroho.

Situasi Aman dan Kondusif

Lebih lanjut, Iptu Eko Nugroho memastikan bahwa setelah penindakan tersebut, situasi di sekitar Underpass Dasan Baru terpantau aman dan kondusif.

Pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan patroli, terutama pada jam-jam rawan dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya para pelaku balap liar.

“Kami akan terus melakukan patroli secara rutin dan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan terjadinya aksi balap liar. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang meresahkan atau berpotensi mengganggu Kamtibmas,” tegasnya.

Polres Lombok Barat berkomitmen untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Penindakan terhadap indikasi balap liar ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.

Diharapkan, dengan adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian, aktivitas balap liar di wilayah Lombok Barat dapat diminimalisir dan tidak lagi meresahkan masyarakat serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kegiatan patroli yang dilakukan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Lombok Barat ini berakhir dalam keadaan aman dan kondusif.

Sepeda motor yang diamankan selanjutnya akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian juga akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para remaja, mengenai bahaya dan dampak negatif dari balap liar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…