Berita

Tim;Jatanras Polres Dompu Ungkap Kasus Brutal di Dua Terduga di Bekuk

×

Tim;Jatanras Polres Dompu Ungkap Kasus Brutal di Dua Terduga di Bekuk

Share this article

Suasana mencekam menyelimuti Lingkungan Karijawa, Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, usai seorang remaja 16 tahun menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam, Jumat malam (2/5/2025). Aksi kekerasan itu terjadi saat korban sedang mengendarai sepeda motor bersama temannya di kawasan pertokoan 35, sekitar pukul 22.30 WITA.

Korban, Muhammad Aditya Rifaldi, mengalami luka bacok serius di bagian tangan kanan setelah tiba-tiba diserang oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Tanpa banyak kata, salah satu pelaku langsung menebaskan parang ke tubuh korban, lalu melarikan diri.

Tim Jatanras Polres Dompu yang dipimpin langsung oleh Aipda Sukarman, akrab disapa Bob, bergerak cepat menyelidiki kasus ini. Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim berhasil mengamankan dua terduga pelaku berinisial MW (18) dan MD (19) di Kelurahan Monta, Kecamatan Woja, Sabtu dini hari (3/5/2025).

“Setelah mendapatkan keterangan saksi dan mengidentifikasi ciri-ciri pelaku serta kendaraan yang digunakan, tim langsung mengarahkan penyelidikan kepada MW, yang merupakan residivis kasus serupa. Dari hasil identifikasi dan konfirmasi saksi, kami langsung melakukan penangkapan,” terang Aipda Sukarman.

Selain kedua pelaku, barang bukti berupa sebilah parang sepanjang 40 cm juga berhasil diamankan dari lokasi kejadian.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zuharis, S.H., mengapresiasi langkah cepat Tim Jatanras dalam menindak kasus ini dan memastikan pelaku akan diproses sesuai hukum.

Di akhir pernyataannya, Kapolres juga menyampaikan imbauan tegas kepada para orang tua:

“Kami minta para orang tua lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, khususnya di malam hari. Batasi jam keluar malam, awasi pergaulan, dan bangun komunikasi yang baik. Banyak kenakalan remaja berujung kekerasan yang bisa dicegah dengan perhatian keluarga,” ungkap AKBP Sodikin.

Kini kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Dompu dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…