Berita

‘Sehat Dapat Ibadah Dapat’: Aksi Polsek Lembar di Musholla Gunung Gundil

×

‘Sehat Dapat Ibadah Dapat’: Aksi Polsek Lembar di Musholla Gunung Gundil

Share this article
Bakti Religi Polsek Lembar: Ciptakan Lingkungan Ibadah Bersih dan Nyaman

Lombok Barat, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lembar, menggelar kegiatan Bakti Religi Polsek Lembar (BRPL) pada Sabtu pagi (3/5/2025) di Musholla Baital Makmur, Dusun Gunung Gundil, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA ini merupakan implementasi program rutin Polsek Lembar yang bertajuk ‘Sehat Dapat Ibadah Dapat’.

Sinergi Polri dan Masyarakat Ciptakan Lingkungan Ibadah yang Nyaman

Kegiatan BRPL ini melibatkan personel Bhabinkamtibmas Polsek Lembar, Ketua RT 01 Dusun Gunung Gundil, serta sejumlah masyarakat di sekitar Musholla Baital Makmur.

Mereka bersama-sama membersihkan dan menata lingkungan musholla dengan penuh semangat gotong royong.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Joko Rudiantoro, S.H., M.H., dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa program Bakti Religi ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan nyaman.

“Kegiatan Bakti Religi Polsek Lembar ini adalah program rutin yang kami laksanakan setiap hari Sabtu. Tema ‘Sehat Dapat Ibadah Dapat’ ini memiliki makna yang mendalam, di mana kami ingin mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas ibadah dengan lingkungan yang bersih dan kondusif,” ujar Ipda Joko Rudiantoro.

Masyarakat Sambut Baik dan Berpartisipasi Aktif

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam kegiatan ini. Mereka bahu-membahu membersihkan area dalam dan luar musholla, mulai dari menyapu, mengepel, hingga menata peralatan ibadah.

Salah seorang warga Dusun Gunung Gundil yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa senangnya atas inisiatif Polsek Lembar ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Polisi yang telah mengadakan kegiatan bersih-bersih musholla ini. Dengan lingkungan yang bersih, tentu ibadah kami akan menjadi lebih khusuk. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Edukasi dan Inspirasi untuk Gotong Royong

Lebih lanjut, Ipda Joko Rudiantoro menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Religi ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan tempat ibadah.

Tetapi juga untuk mengedukasi dan memberikan contoh kepada masyarakat tentang pentingnya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya tempat ibadah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan tempat ibadah serta lingkungan sekitarnya. Kami juga ingin menginspirasi masyarakat lain untuk melakukan tindakan positif serupa yang memberikan manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Wujud Kepedulian dan Sinergi yang Berkelanjutan

Di akhir kegiatan, Polsek Lembar memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi kepada perwakilan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif.

Kegiatan Bakti Religi Polsek Lembar ini berakhir pada pukul 10.30 WITA dan berjalan dengan aman, lancar, serta kondusif.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Diharapkan, program Bakti Religi Polsek Lembar ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Lombok Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…