Berita

Buka Puasa Bersama Toga dan Toma, Polri-TNI Pererat Sinergi dan Kebersamaan

×

Buka Puasa Bersama Toga dan Toma, Polri-TNI Pererat Sinergi dan Kebersamaan

Share this article

Mataram — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Tribun Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Kamis (20/3/2025), saat Polri dan TNI menggelar acara buka puasa bersama tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Toma). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, sinergitas, dan kolaborasi antar elemen masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik serta memperkuat kerjasama, demi kepentingan bangsa dan negara. Menurutnya, sinergitas TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder harus terus dibina sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Kita semua memiliki peranan penting yang harus dijalankan secara profesional dan penuh dedikasi. Sinergi ini akan semakin kuat jika kita selalu menjaga komunikasi yang baik, saling mendukung, dan bekerjasama,” ujar Kapolda.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti peran strategis masing-masing pihak. TNI-Polri di garis depan menjaga keamanan dan ketertiban, pemerintah daerah sebagai penggerak pembangunan dan pelayanan masyarakat, serta Forkopimda yang memastikan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan di daerah.

“Bulan Ramadan adalah saat yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan mempererat ukhuwah. Mari kita bersama-sama memperkuat sinergitas, agar tugas yang diemban bisa berjalan lebih baik, efektif, dan efisien,” tambahnya.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting seperti ulama sepuh TGH. L.M. Turmudzi Badruddin Bagu yang memimpin doa, Kajari NTB, Irwasda beserta Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, Danlanal, Danlanud Bizam, Kepala Basarnas, GM PLN UIW NTB, dan GM Pertamina.

Sebelum berbuka puasa, digelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Rinjani 2025, yang bertujuan memastikan kesiapan pengamanan menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 H. Apel ini menjadi simbol kesiapsiagaan dan komitmen bersama, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama momen penting tersebut.

“Semoga sinergisitas ini terus membawa manfaat bagi seluruh masyarakat, serta memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” tutup Kapolda NTB.

Dengan semangat kebersamaan yang terjalin dalam acara ini, diharapkan Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat di NTB semakin solid dalam menjaga kedamaian, keamanan, dan kesejahteraan bersama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…