Berita

Kapolres Loteng Laksanakan Sholat Tarawih Bersama Masyarakat di Praya Tengah

×

Kapolres Loteng Laksanakan Sholat Tarawih Bersama Masyarakat di Praya Tengah

Share this article

Lombok Tengah (NTB) – Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melaksanakan sholat tarawih berjamaah bersama masyarakat sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini berlangsung di Nurul Ikhlas Kecamatan Praya Tengah.

Dalam kesempatan tersebut usai melaksanakan tarawih, Kapolres Lombok Tengah menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. Beliau juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif serta menjalin silaturahmi yang erat antara aparat kepolisian dan warga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan ibadah bersama masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat serta mempererat hubungan yang harmonis,” ujar Kapolres.

Selain melaksanakan sholat tarawih, Kapolres juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga guna mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi terkait situasi keamanan di wilayah tersebut. Masyarakat pun menyambut baik kehadiran Kapolres dan jajarannya, serta berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri dalam meningkatkan kedekatan dengan masyarakat serta memastikan ibadah Ramadan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Dengan kehadiran Polri di tengah masyarakat, diharapkan semakin menumbuhkan rasa kepercayaan dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Lombok Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…