Berita

Kehangatan Malam Nuzulul Qur’an: Bhabinkamtibmas Desa Malaju Hadiri Peringatan Penuh Makna

×

Kehangatan Malam Nuzulul Qur’an: Bhabinkamtibmas Desa Malaju Hadiri Peringatan Penuh Makna

Share this article

Malam yang penuh berkah menyelimuti Masjid Al Hidayah di Dusun Patula, Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Dalam suasana yang khusyuk dan penuh kehangatan, umat Islam berkumpul untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an, momen suci ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Di tengah-tengah jemaah yang memadati masjid, hadir pula Bhabinkamtibmas Desa Malaju, Aiptu Iwan Setiawan, yang mewakili Kapolsek Kilo. Kehadirannya bukan sekadar bentuk tugas, tetapi juga wujud nyata kedekatan kepolisian dengan masyarakat, dalam menjaga harmoni dan keberkahan di bulan suci Ramadan.

Acara yang digelar pada Senin malam, 17 Maret 2025, menghadirkan Ustaz Hasan H. Abidin sebagai penceramah. Dengan tutur kata yang lembut dan menyentuh hati, beliau mengisahkan peristiwa agung turunnya Al-Qur’an serta mengingatkan hadirin akan betapa besar cinta Allah kepada hamba-Nya.

“Al-Qur’an adalah cahaya di tengah gelapnya kehidupan. Ia adalah penuntun bagi hati yang gelisah, petunjuk bagi mereka yang mencari kebenaran, dan pengingat bagi yang terlupa. Malam ini bukan sekadar peringatan, tetapi momentum bagi kita semua untuk kembali mendekat kepada-Nya,” tutur Ustaz Hasan dengan penuh hikmah.

Suasana haru pun menyelimuti jamaah yang larut dalam makna setiap kata. Beberapa menundukkan kepala, merenungi perjalanan hidup mereka, sementara yang lain meneteskan air mata, merasakan betapa besar kasih sayang Allah melalui firman-Nya.

Di sela acara, Aiptu Iwan Setiawan juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, mengajak mereka untuk senantiasa menjaga persaudaraan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami dari kepolisian selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam kebersamaan seperti ini. Mari kita jadikan malam yang suci ini sebagai pengingat untuk terus berbuat baik, saling mengasihi, dan menjaga kedamaian di lingkungan kita,” ujarnya dengan penuh ketulusan.

Malam itu, Masjid Al Hidayah menjadi saksi betapa kuatnya ikatan antara umat dan kitab sucinya, antara masyarakat dan para pemimpinnya. Seiring doa-doa yang dipanjatkan, harapan pun menggema—agar cahaya Al-Qur’an senantiasa menerangi setiap langkah kehidupan.

Acara yang penuh makna ini berakhir dengan suasana yang damai dan penuh keberkahan. Peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi refleksi spiritual, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, dalam bingkai keimanan dan kebersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…