Berita

Hari ke-19: Polres Dompu dan Bhayangkari Tebar Kebaikan, 1000 Takjil Dibagikan untuk Masyarakat

×

Hari ke-19: Polres Dompu dan Bhayangkari Tebar Kebaikan, 1000 Takjil Dibagikan untuk Masyarakat

Share this article

Polres Dompu bersama Bhayangkari Cabang Dompu terus menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan. Memasuki hari ke-19 berturut-turut, mereka kembali membagikan 1000 paket takjil gratis kepada masyarakat yang melintas di Jalan Bhayangkara No. 09, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Rabu (19/3/2025).

Kegiatan penuh berkah ini dipimpin langsung oleh Kapolres Dompu, AKBP Zulkarnain, S.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Dompu, Ny. Dian Zulkarnain, serta diikuti oleh jajaran anggota Polres Dompu dan ibu-ibu Bhayangkari yang dengan penuh semangat dan keikhlasan turut serta dalam aksi berbagi ini.

Kapolres Dompu menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi bagian dari wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. “Di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin memastikan bahwa kebersamaan dan kepedulian selalu hadir di tengah masyarakat. Takjil ini mungkin sederhana, tetapi semoga menjadi berkah bagi yang menerimanya,” ujarnya dengan penuh kehangatan.

Suasana haru begitu terasa saat ibu-ibu Bhayangkari turun langsung ke jalan, membagikan takjil kepada para pengendara, pejalan kaki, hingga tukang ojek yang tengah mencari nafkah. Ny. Dian Zulkarnain menuturkan bahwa keterlibatan Bhayangkari dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan kepada tugas Polri serta kepedulian terhadap masyarakat. “Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin memastikan bahwa semua orang merasakan kebahagiaan ini. Semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” tuturnya dengan senyum hangat.

Salah seorang penerima takjil, seorang bapak pengemudi becak motor, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Saya sangat bersyukur, tiap sore selalu ada pembagian takjil dari polisi dan ibu-ibu Bhayangkari. Ini sangat membantu kami yang masih di jalan saat waktu berbuka tiba,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Tepat pukul 17.30 WITA, 1000 bungkus takjil telah habis terbagi. Namun, bukan sekadar makanan yang diberikan, melainkan juga perhatian, kepedulian, dan cinta kasih kepada sesama. Hari ini mereka berbagi, esok mereka akan kembali hadir, membawa cahaya kepedulian yang tak pernah padam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…