Berita

Polda NTB Sambangi Nelayan di Pantai Gading, Bagikan Sembako dan Sosialisasi Kamtibmas

×

Polda NTB Sambangi Nelayan di Pantai Gading, Bagikan Sembako dan Sosialisasi Kamtibmas

Share this article

 

Mataram, NTB – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah pesisir, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) melalui Subdit Bintibsos Ditbinmas menggelar sosialisasi Kamtibmas di Kampung Nelayan, Pantai Gading, Kelurahan Mapak, Kecamatan Sekarbela, Jumat (14/03/2025).

Selain memberikan imbauan terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat nelayan sebagai wujud kepedulian Polri di bulan suci Ramadan.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus mengajak warga pesisir untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan mereka.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara Kamtibmas agar tercipta situasi yang aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Ia menambahkan, pembagian sembako kepada masyarakat nelayan merupakan bentuk kepedulian nyata Polda NTB, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempererat sinergi antara Polri dan komunitas pesisir.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat nelayan di Pantai Gading. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Polda NTB, yang diharapkan dapat terus berlanjut untuk mendukung kesejahteraan dan keamanan masyarakat.

Dengan adanya sosialisasi dan kegiatan sosial ini, Polda NTB berharap tercipta hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pesisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…