Berita

Bhabinkamtibmas Desa Woko Pantau Panen Jagung di Lahan Tumpang Sari

×

Bhabinkamtibmas Desa Woko Pantau Panen Jagung di Lahan Tumpang Sari

Share this article

Dompu, 3 Maret 2025 – Dalam upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Desa Woko, Polsek Pajo, AIPDA Munawir, melaksanakan pemantauan terhadap kegiatan panen jagung di lahan tumpang sari yang dikelola oleh kelompok tani Pada Girang di Dusun Woko Rahmat, Desa Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu.

Lahan pertanian seluas 10.000 m² ini dimiliki oleh Ibrahim dan saat ini masih dalam proses panen. Namun, hingga kini, hasil panen belum memiliki pembeli tetap. Berdasarkan informasi di lapangan, harga jual jagung basah berada di kisaran Rp3.000/kg, sementara jagung kering mencapai Rp4.500/kg.

Dalam kegiatan pemantauan tersebut, AIPDA Munawir juga berdialog dengan para petani terkait kendala yang mereka hadapi, termasuk harga jual dan pemasaran hasil panen. Beliau mengimbau agar para petani tetap semangat dalam mengelola pertanian dan terus berinovasi dalam meningkatkan produktivitas. Selain itu, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan pentingnya menjaga keamanan lahan dari gangguan hewan ternak serta mengajak petani untuk memanfaatkan lahan pekarangan guna menanam tanaman hortikultura sebagai sumber pendapatan tambahan.

Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung kesejahteraan petani dan memastikan stabilitas ketahanan pangan di wilayah Pajo. Hingga saat ini, situasi di lokasi panen terpantau aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…