Berita

Bhabinkamtibmas Cempi Jaya Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Dukung Ketahanan Pangan

×

Bhabinkamtibmas Cempi Jaya Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Dukung Ketahanan Pangan

Share this article

Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya, BRIPKA Ismail, melaksanakan kegiatan sambang desa dan tatap muka dengan warga binaan di Dusun ROI 1 PT Sira, Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, pada Selasa (18/2/2025) pukul 11.30 WITA.

Dalam kesempatan tersebut, BRIPKA Ismail mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di tengah masyarakat yang dapat memicu konflik sosial.

“Kami mengimbau kepada warga agar selalu berpikir jernih dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika ada isu yang meresahkan, lebih baik dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak berwenang,” ujar BRIPKA Ismail.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar permukiman guna mendukung program ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

“Kami mendorong warga agar lebih aktif dalam bercocok tanam, baik itu sayuran, umbi-umbian, atau tanaman pangan lainnya. Selain bisa memenuhi kebutuhan sendiri, hasilnya juga bisa dijual untuk menambah penghasilan,” tambahnya.

Terkait kondisi cuaca, BRIPKA Ismail juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor. Ia meminta masyarakat untuk selalu siaga dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kapolsek Dompu, IPDA Ade Helmi, SH, menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam program pemerintah.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman, serta ikut berperan dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, salah satunya melalui program ketahanan pangan ini,” ujar IPDA Ade Helmi, SH.

Kegiatan tatap muka dan himbauan ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…