Berita

Polres Lombok Tengah Ajak Pemuda Berperan Aktif dalam Menjaga Kamtibmas.

×

Polres Lombok Tengah Ajak Pemuda Berperan Aktif dalam Menjaga Kamtibmas.

Share this article

Lombok Tengah (NTB) – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah mengajak para pemuda untuk turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya.

Kasi Humas IPTU L. Brata Kusnadi menekankan pentingnya peran pemuda dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. “Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang memiliki semangat tinggi. Dengan keterlibatan aktif mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban, maka akan tercipta lingkungan yang damai dan harmonis,” ujar L. Brata, Kamis (20/2).

Dalam kegiatan ini, Polres Lombok Tengah memberikan pemahaman tentang bahaya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat. Selain itu, para pemuda juga diajak untuk berperan dalam program Polisi Rw serta berbagai kegiatan sosial yang dapat mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, para pemuda lebih sadar akan tanggung jawabnya terhadap keamanan lingkungan sekitar. Selain itu, kami juga membuka ruang komunikasi bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta yang hadir. Mereka menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan menghindari aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara kepolisian dan pemuda, diharapkan situasi Kamtibmas di Lombok Tengah tetap aman dan kondusif, serta tercipta lingkungan yang nyaman bagi seluruh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…