Berita

Bhabinkamtibmas Hu’u Sambangi Warga, Beri Himbauan Kamtibmas dan Ketahanan Pangan

×

Bhabinkamtibmas Hu’u Sambangi Warga, Beri Himbauan Kamtibmas dan Ketahanan Pangan

Share this article

Dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah dan mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Hu’u, Aipda M. Husnin, melaksanakan kegiatan sambang dan tatap muka dengan warga binaan di Dusun Cangga, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, pada Senin (17/2/2025) pukul 11.00 WITA.

Dalam pertemuan tersebut, Aipda M. Husnin memberikan beberapa himbauan penting kepada masyarakat. Salah satunya adalah agar warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di tengah masyarakat. “Saya mengajak seluruh warga agar tetap menjaga persatuan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, karena hal ini dapat menimbulkan konflik sosial,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar permukiman guna mendukung program ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2025. Pemanfaatan lahan yang baik diyakini dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Aipda M. Husnin juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, mengingat curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor. “Saya harap warga selalu waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana. Jika ada tanda-tanda bahaya, segera laporkan kepada pihak terkait,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang merasa terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap situasi keamanan lingkungan. Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi tetap aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…