Berita

Patroli Strong Point Rinjani Presisi, Wujud Ketegasan Polres Bima Kabupaten Jaga Kondusifitas Kamtibmas

×

Patroli Strong Point Rinjani Presisi, Wujud Ketegasan Polres Bima Kabupaten Jaga Kondusifitas Kamtibmas

Share this article

 

 

Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan serta ketertiban masyarakat diwilayah hukumnya Polres Bima Kabupaten Polda NTB secara rutin menggelar patroli Strong Point Rinjani Presisi

 

Kegiatan tersebut diawali dengan apel persiapan personel yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Iwan Sugianto S.H., itu berlangsung pada Jumat 11 September 2026 pukul 20.00. Wita di lapangan apel Mapolres Bima Kabupaten.

 

Patroli Strong Point Rinjani Presisi Sekala Besar merespon asistensi pimpinan Polri pada saat setelah pelaksanaan commander wish dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memberikan dampak baik terhadap berkurangnya potensi gangguan Kamtibmas.

 

Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan 105 personel dengan menggunakan 18 unit kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menunjang kelancaran operasi.

 

Sasaran utama patroli yakni mencegah peredaran gelap narkoba, senjat tajam, senjata api rakitan, miras, balapan liar, penggunaan Knalpot Brong hingga Kasus 3C.

Sejumlah lokasi keramaian, seperti pasar, terminal, pemukiman warga hingga kawasan perkantoran didatangi oleh tim patroli.

Sepanjang rute tim patroli memberikan himbauan dan pesan Kamtibmas bagi masyarakat dan para pemuda yang nongkrong.Himbauan Kamtibmas yang dimaksud seperti, tidak melakukan aksi tawuran dan lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya instabilitas Kamtibmas.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud ketegasan dan hadirnya Polri dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini merupakan upaya pencegahan gangguan Kamtibmas diwilayah hukum Polres Bima Kabupaten”. Ujarnya.

Kegiatan yang berakhir hingga pukul 22.00. Wita itu berjalan dengan lancar dan aman.

Situasi Kamtibmas diwilayah hukum Polres Bima Kabupaten hingga saat ini dilaporkan dalam keadaan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…