Berita

Cegah Tawuran dan Balap Liar, Polres Bima Kota Gelar Patroli Skala Besar Strong Point Rinjani

×

Cegah Tawuran dan Balap Liar, Polres Bima Kota Gelar Patroli Skala Besar Strong Point Rinjani

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Bima Kota Polda NTB melaksanakan Patroli Skala Besar Strong Point Rinjani Presisi pada Jumat (11/9/2026) malam.

Kegiatan patroli tersebut dimulai sekitar pukul 21.00 WITA dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Polres Bima Kota AKP Masdidin, S.H., menjelaskan bahwa patroli Strong Point Rinjani Presisi merupakan langkah preventif kepolisian untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya pada malam hari.

“Dalam pelaksanaan patroli, personel memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat agar tidak berkumpul hingga larut malam dan menghindari kegiatan yang dapat memicu gangguan Kamtibmas, seperti tawuran, balap liar maupun aksi lainnya yang dapat meresahkan masyarakat,” jelas AKP Masdidin.

Adapun sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli meliputi Kantor Wali Kota Bima, Paruga Nae, Lapangan Serasuba, hingga kawasan Taman Amahami.

Patroli tersebut melibatkan 30 personel Polres Bima Kota dengan menggunakan 6 unit kendaraan roda empat dan 2 unit kendaraan roda dua.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga melakukan penindakan terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai dengan spesifikasi standar atau knalpot brong. Sebanyak 12 unit sepeda motor diamankan karena menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar.

Kabag Ops menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres Bima Kota dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas. Hindari aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan,” pungkasnya.

Dengan dilaksanakannya Patroli Skala Besar Strong Point Rinjani Presisi, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Bima Kota tetap aman, tertib, dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…