Warga dikejutkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki di Mata Air Oi Kampasi, Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.
Korban diketahui bernama Abdurahman (65), seorang petani yang berdomisili di Dusun Lanci 2, Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.
Penemuan tersebut bermula ketika dua orang saksi, Moh Aditya Apriawal (22) dan Riski Fadlika (22), bersama sejumlah temannya datang ke Mata Air Oi Kampasi untuk mandi. Sesampainya di lokasi, para saksi melihat seorang laki-laki dalam keadaan mengambang di permukaan mata air.
Para saksi kemudian mendekati dan memeriksa kondisi korban. Setelah diketahui korban sudah tidak bernyawa, salah seorang saksi langsung menghubungi anggota piket SPKT Polsek Manggelewa.
Menerima laporan tersebut, sekitar pukul 12.20 Wita, Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin, S.IP., M.H. bersama anggota piket SPKT mendatangi lokasi, mengamankan area tempat kejadian perkara (TKP), serta menghubungi Tim Inafis Polres Dompu untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.
Sekitar pukul 13.43 Wita, Tim Inafis Polres Dompu tiba di lokasi dan melaksanakan olah TKP. Setelah proses tersebut, pihak keluarga korban melalui saudara Mansyur, selaku kakak kandung almarhum, menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan visum et repertum dan meminta agar jenazah dibawa ke rumah duka di Dusun Lanci 2, Desa Lanci Jaya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya meninggalkan rumah selama kurang lebih dua hari untuk mengecek ternak kerbau miliknya di sekitar Mata Air Oi Kampasi.
Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin, S.IP., M.H. menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya segera mendatangi TKP, mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Dompu untuk memastikan penanganan kejadian dilakukan sesuai prosedur.
“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju TKP untuk mengamankan lokasi dan melakukan koordinasi dengan Tim Inafis Polres Dompu. Olah TKP kemudian dilakukan untuk mendapatkan gambaran serta informasi terkait kejadian tersebut,” jelas IPTU Zainal.
Kapolsek menambahkan, setelah jenazah dibawa ke rumah duka, pihaknya melakukan pendekatan kepada keluarga korban dan memberikan penjelasan mengenai rangkaian penanganan kejadian.
“Setelah diberikan penjelasan, pihak keluarga menyatakan dapat menerima kejadian tersebut dan tidak keberatan atas meninggalnya korban. Selanjutnya dibuat surat pernyataan tidak keberatan yang ditandatangani pihak keluarga,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga terus melakukan pengumpulan bahan keterangan serta memonitor perkembangan situasi di lingkungan masyarakat untuk mencegah munculnya informasi yang tidak benar terkait penyebab meninggalnya korban.
Tanggapan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Abdurahman.
“Kami atas nama keluarga besar Polres Dompu menyampaikan turut berbelasungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar IPTU I Nyoman Suardika.
Ia mengimbau keluarga maupun masyarakat agar tetap mempercayakan penanganan setiap kejadian kepada pihak kepolisian serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengharapkan keluarga dan masyarakat tetap tenang serta mempercayakan segala sesuatu terkait kejadian ini kepada pihak kepolisian. Setiap informasi yang diperoleh akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Polres Dompu melalui Polsek Manggelewa juga akan terus melakukan pemantauan dan pendekatan kepada keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu












