Berita

Tasyakuran Hari Jadi ke-78 Polwan, Kapolda NTB Beri Penghargaan untuk Personel Berprestasi

×

Tasyakuran Hari Jadi ke-78 Polwan, Kapolda NTB Beri Penghargaan untuk Personel Berprestasi

Share this article

Semangat dan dedikasi Polisi Wanita (Polwan) Polda NTB kembali menorehkan prestasi. Dalam rangkaian Tasyakuran Hari Jadi ke-78 Polwan Tahun 2026, sejumlah personel Polwan menerima apresiasi atas capaian yang diraih di berbagai bidang.

Apresiasi tersebut diberikan langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra R., S.E., M.H. dalam acara yang berlangsung di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Rabu (9/9).

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi diberikan kepada Bripda Baiq Yulia Depiana yang meraih Juara I Judo Kelas -63 Kg Putri pada Porprov NTB 2026, disusul Bripda Diska Esia Kirana sebagai Juara III Judo Kelas -63 Kg Putri dan Bripda Sri Agustini sebagai Juara III Judo Kelas -57 Kg Putri.

Prestasi juga ditorehkan AKP Evy Nuke Maya Damayanti Febriani, S.S., yang meraih Juara I Lomba Karya Tulis dalam rangka Hari Jadi ke-78 Polwan. Sementara itu, Bripda Ranissa Yuanitasari Unu turut mengembangkan kapasitas diri melalui keikutsertaannya dalam 20th Chinese Language Learning Class One Year Term.

Beragam capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Polwan Polda NTB untuk terus mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi maupun masyarakat.

Tasyakuran Hari Jadi ke-78 Polwan pun menjadi momentum untuk merayakan kebersamaan, memberikan apresiasi atas prestasi, sekaligus memperkuat semangat pengabdian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…