Berita

Timsus Polsek Manggelewa Bekuk Terduga Pelaku Curanmor, Empat Motor Diamankan

×

Timsus Polsek Manggelewa Bekuk Terduga Pelaku Curanmor, Empat Motor Diamankan

Share this article

Tim Khusus (Timsus) Polsek Manggelewa berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Manggelewa, Kabupaten Dompu. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku, termasuk seorang yang diduga berperan sebagai penadah, serta empat unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan.

Pengungkapan dilakukan pada Selasa, 8 September 2026, berdasarkan sejumlah laporan pengaduan masyarakat terkait kehilangan sepeda motor di wilayah Kecamatan Manggelewa.

Timsus Polsek Manggelewa yang dipimpin Kanit IK AIPTU Ruslansyah melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan para terduga pelaku. Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin, S.IP., M.H. kemudian memerintahkan personel untuk melakukan pengembangan dan penindakan.

Hasilnya, sekitar pukul 11.30 Wita, polisi mengamankan MS (16) di rumahnya di Desa Sukadamai, Kecamatan Manggelewa. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mengamankan R (19) yang juga berada di wilayah Desa Sukadamai.

Keterangan kedua terduga pelaku mengarahkan polisi kepada S (32) yang diduga berperan sebagai penadah. Sekitar pukul 13.00 Wita, S berhasil diamankan di salah satu bengkel di Desa Lanci Jaya. Polisi selanjutnya melakukan pengembangan dan mengamankan sejumlah kendaraan yang diduga hasil curian.

Secara bertahap, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Pop warna merah-hitam dari SH di Desa Sukadamai; satu unit Honda Scoopy warna hitam dari RD di Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, dengan bantuan tim URC Polres Dompu; serta satu unit Honda Scoopy warna putih dari U di Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo.

Sementara itu, satu unit Honda Beat Street warna hitam turut diamankan dari rumah S di Desa Tanju, Kecamatan Manggelewa.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa empat unit sepeda motor, yakni Honda Scoopy warna hitam, Honda Scoopy warna putih, Honda Beat Street warna hitam dan Honda Beat Pop warna merah-hitam, serta satu buah kunci T.

Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin, S.IP., M.H. mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut cepat atas laporan masyarakat yang diterima pihak kepolisian.

“Begitu menerima laporan adanya dugaan tindak pidana curanmor, kami langsung memerintahkan Timsus Polsek Manggelewa melakukan penyelidikan. Setelah identitas dan keberadaan para terduga pelaku berhasil diketahui, personel bergerak cepat melakukan penangkapan dan pengembangan hingga berhasil mengamankan pelaku, penadah serta barang bukti,” ujar Kapolsek.

Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sejumlah sepeda motor hasil curian diduga telah mengalami perubahan pada bagian tertentu untuk menghilangkan jejak sebelum kembali diperjualbelikan.

“Untuk penanganan selanjutnya, para terduga pelaku dan penadah akan menjalani proses penyidikan sesuai ketentuan hukum. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mendalami asal-usul seluruh barang bukti, serta terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan yang terlibat,” tegasnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman serta menggunakan kunci pengaman tambahan guna mencegah terjadinya curanmor.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengapresiasi kesigapan personel Polsek Manggelewa dalam merespons laporan masyarakat.

“Pengungkapan ini menunjukkan bahwa jajaran Polres Dompu, khususnya Polsek Manggelewa, cepat merespons setiap laporan dan informasi dari masyarakat. Kecepatan dalam melakukan penyelidikan, penangkapan serta pengembangan sangat penting agar pelaku tidak memiliki kesempatan menghilangkan barang bukti maupun melarikan diri,” ungkapnya.

Kasi Humas menegaskan, Polres Dompu akan terus mendorong seluruh jajaran untuk meningkatkan responsivitas terhadap laporan masyarakat, sekaligus melakukan pengembangan secara maksimal guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain.

“Penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana atau menemukan kendaraan yang diduga bermasalah, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh kepolisian,” pungkasnya.

Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…