Berita

Sinergi Jaga Kamtibmas Bhabinkamtibmas Polsek Woha Gandeng Kepala Desa Sambangi Warga Binaan

×

Sinergi Jaga Kamtibmas Bhabinkamtibmas Polsek Woha Gandeng Kepala Desa Sambangi Warga Binaan

Share this article

 

 

Bhabinkamtibmas Polsek Woha Polres Bima Kabupaten Polda NTB bersama Kepala Desa Risa melaksanakan kegiatan Sambang Warga Binaan pada Selasa 9 September 2026 Pagi tadi.

 

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergitas antara Polri dan Pemerintah Desa, dan dalam menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif langsung dari tingkat akar permasalahan.

Briptu Firdaus Juliayardin S H. bersama Kepala Desa duduk bersama dan berdialog dengan masyarakat.

 

Kegiatan yang kemas dalam program sambang Kamtibmas Humanis itu bhabinkamtibmas mengajak seluruh elemen masyarakat agar berperan sebagai pelopor keamanan dan ketertiban.

 

Melalui metode pendekatan Door to Door System (DDS) atau dialog tatap muka ini masyarakat akan lebih mudah memahami penyampaian dari Bhabinkamtibmas.

 

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H, melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif Polri dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban.

“Ini merupakan program yang berkelanjutan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang Kondusif”. Kata Kapolres.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa itu mendapatkan apresiasi dan respon positif dari berbagai kalangan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…