Berita

Dukung Ketahanan Pangan Desa, Bhabinkamtibmas Desa Marga Karya Sambangi Warga Pengelola Pekarangan Bergizi

×

Dukung Ketahanan Pangan Desa, Bhabinkamtibmas Desa Marga Karya Sambangi Warga Pengelola Pekarangan Bergizi

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mengawal program strategis nasional di tingkat pedesaan. Bhabinkamtibmas Desa Marga Karya, Brigpol Edi Setiawan, melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring pemanfaatan pekarangan bergizi di Dusun Sebasang Unter, Desa Marga Karya, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (29/08/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Moyo Hulu IPTU Tahir Lantu dalam kegiatan pendampingan ketahanan pangan warga ini dimulai pada pukul 09.30 WITA hingga selesai.

Dalam pelaksanaannya, Brigpol Edi Setiawan turun langsung menyambangi warga binaannya yang tengah mengelola lahan pekarangan di sekitar pemukiman. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dari dekat pemanfaatan lahan kosong yang ditanami berbagai jenis tanaman pangan bergizi.

Selain melakukan peninjauan, Bhabinkamtibmas turut memberikan motivasi kepada masyarakat agar senantiasa bersemangat dalam mengoptimalkan potensi lokal yang ada di Desa Marga Karya.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah warga binaan ini tidak hanya berfungsi untuk mendorong produktivitas sektor pertanian skala pekarangan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan silaturahmi serta kemitraan antara Polri dan masyarakat.” ujar Kapolsek Moyo Luhu.

Langkah kreatif mengelola lahan pekarangan ini merupakan wujud nyata dukungan aktif terhadap program prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dari tingkat desa dan kelurahan.

“Melalui kegiatan sambang ini, kami hadir untuk memotivasi warga agar terus memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif, sehingga kemandirian pangan keluarga dapat terwujud sekaligus menyukseskan program ketahanan pangan nasional.” ujar petugas di sela-sela kegiatannya.

Seluruh rangkaian kegiatan sambang pekarangan bergizi di Desa Marga Karya tersebut berjalan dengan aman, tertib, lancar, serta terkendali. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…