Berita

Polsek Asakota Gelar Patroli Strong Point, Tekan Potensi Gangguan Kamtibmas

×

Polsek Asakota Gelar Patroli Strong Point, Tekan Potensi Gangguan Kamtibmas

Share this article

Kota Bima, NTB – Personel Polsek Asakota Polres Bima Kota melaksanakan patroli strong point sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Asakota.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 21.50 Wita, dengan melibatkan personel gabungan Fungsi Piket SPKT II Polsek Asakota. Kegiatan dipimpin oleh Ka SPK II Polsek Asakota Aiptu Usman Priyono.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota Iptu Mirafuddin, menjelaskan bahwa patroli strong point merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas sekaligus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Pada pukul 22.00 Wita, personel gabungan Piket SPKT II memulai patroli dari Mako Polsek Asakota dengan menyusuri Jalan Kepiting, kemudian menuju wilayah perbatasan Kelurahan Tanjung dan perbatasan Kelurahan Sarae yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Melayu.

Di sejumlah lokasi, personel memantau aktivitas masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas. Petugas juga menyambangi warga dan sejumlah pemuda yang sedang berkumpul di beberapa lingkungan di Kecamatan Asakota.

Dalam kesempatan tersebut, personel mengimbau warga dan para pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing serta tidak berkumpul hingga larut malam yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Selanjutnya, sekitar pukul 22.20 Wita, patroli dilanjutkan menuju Lingkungan Lewi Jambu, Lingkungan KLK, Jalan Datuk Dibanta Kelurahan Jatiwangi hingga Kelurahan Jatibaru dan Kelurahan Jatibaru Timur.

Saat menyambangi masyarakat di Kelurahan Jatibaru Timur, Aiptu Usman Priyono bersama personel gabungan menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar turut mengawasi anak-anak remaja dan mencegah mereka begadang hingga larut malam.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi pergaulan bebas dan tidak membawa benda tajam ketika bepergian yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sekitar pukul 22.30 Wita, personel kembali menyambangi warga yang sedang duduk di pinggir jalan di Lingkungan Lela, Kelurahan Jatibaru. Petugas mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga stabilitas Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Patroli kemudian dilanjutkan pada pukul 22.40 Wita di wilayah Kelurahan Jatiwangi. Personel memberikan imbauan kepada sejumlah pemuda agar menjaga tali silaturahmi dan hubungan baik antarsesama pemuda di lingkungan masing-masing serta menghindari segala bentuk perbuatan yang melanggar hukum.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan barang bawaan sebagai langkah antisipasi terhadap kepemilikan narkoba, obat-obatan terlarang, busur panah maupun senjata tajam lainnya.

Selama kegiatan patroli strong point berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Asakota terpantau aman, tertib dan kondusif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Polsek Asakota dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah gangguan Kamtibmas sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…