Berita

Propam Polres Lombok Utara Periksa Inventaris Senpi Penjagaan, Pastikan Lengkap dan Terkendali

×

Propam Polres Lombok Utara Periksa Inventaris Senpi Penjagaan, Pastikan Lengkap dan Terkendali

Share this article

 

Lombok Utara – Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Lombok Utara melakukan pengecekan inventaris senjata api (senpi) yang digunakan untuk mendukung tugas penjagaan di Markas Polres Lombok Utara, Sabtu (22/8/2026).

Pengecekan yang berlangsung mulai pukul 09.50 WITA tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan internal untuk memastikan keberadaan, kondisi, serta kelengkapan senjata api dan amunisi yang menjadi inventaris dinas.

Kasi Propam Polres Lombok Utara AKP I Made Widiartha mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap seluruh senjata api yang berada dalam inventaris penjagaan.

“Pengecekan ini merupakan bagian dari pengawasan dan pengamanan internal terhadap inventaris senjata api dinas. Kami memastikan seluruh senjata dan amunisi tercatat, lengkap, serta berada dalam penguasaan dan penyimpanan sesuai ketentuan,” kata AKP I Made Widiartha.

Dalam pemeriksaan tersebut, Propam mendapati sebanyak empat pucuk senjata api, terdiri atas dua pucuk jenis SS1 dan dua pucuk jenis V2-Sabhara.

Selain memeriksa fisik senjata, petugas juga mencocokkan ketersediaan amunisi yang meliputi amunisi tajam, karet, dan hampa.
Hasil pengecekan menunjukkan seluruh senjata api dan amunisi dalam kondisi lengkap sesuai inventaris yang tercatat. Kegiatan berlangsung aman dan lancar.

AKP I Made Widiartha menegaskan, pengawasan terhadap senjata api dinas akan terus dilakukan secara berkala guna mencegah terjadinya kelalaian dalam penyimpanan maupun penggunaannya.

“Pengawasan inventaris senjata api harus dilakukan secara konsisten. Ini menyangkut aspek disiplin, keamanan, dan tanggung jawab anggota dalam menggunakan serta menjaga barang inventaris negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap personel yang memiliki kewenangan dalam penguasaan senjata api wajib memahami prosedur penggunaan dan penyimpanannya serta bertanggung jawab terhadap senjata yang dipercayakan kepadanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…