Berita

Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota Perketat Pengamanan Objek Vital PLTMG Bonto Bima

×

Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota Perketat Pengamanan Objek Vital PLTMG Bonto Bima

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga keamanan dan kelancaran operasional objek vital nasional, Unit Pamobvit Sat Samapta Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan pengamanan dan patroli di area PT. PLN (Persero) UPK Tambora PLTMG Bima, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WITA dengan menyasar sejumlah area penting di lingkungan PLTMG Bonto Bima, di antaranya kantor BSDG, area mesin filter udara, serta gardu penghantar listrik.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta Polres Bima Kota Iptu Kamaruddin menjelaskan, kegiatan pengamanan dan patroli tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk memastikan keamanan di kawasan objek vital sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas.

“Personel Unit Pamobvit melaksanakan patroli dan pengamanan secara berkala di sejumlah area PLTMG Bonto Bima untuk mengantisipasi adanya gangguan kejahatan maupun hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Iptu Kamaruddin.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan terhadap situasi keamanan di sekitar kawasan objek vital serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman. Patroli juga dilakukan pada area yang memiliki peran penting dalam mendukung operasional pembangkit listrik.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman bagi pengelola dan seluruh aktivitas di lingkungan objek vital. Personel juga mengantisipasi potensi gangguan yang dapat menghambat kelancaran operasional PLTMG.

Kasat Samapta menegaskan, pengamanan objek vital akan terus dilakukan secara rutin dan ditingkatkan sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan. Sinergi antara pihak kepolisian dengan pengelola objek vital juga terus dibangun guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan di area PT. PLN (Persero) UPK Tambora PLTMG Bima terpantau aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…