Berita

Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Bima Kabupaten Pasang Papan Himbauan di Titik Blok Spot

×

Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Bima Kabupaten Pasang Papan Himbauan di Titik Blok Spot

Share this article

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kabupaten Polda NTB terus mengintensifkan langkah pencegahan kecelakaan di sejumlah titik rawan.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah pemasangan papan himbauan peringatan di lokasi yang kerap terjadi kecelakaan atau dikenal sebagai black spot.

Pemasangan papan imbauan laka adalah langkah penting kepolisian dan dinas terkait untuk menekan angka kecelakaan serta memetakan perbaikan infrastruktur jalan raya yang berbahaya

 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasatnya Iptu Putu Agus Mas Purnomo S.H. ituberlangsung pada Jum,at 21 Agustus 2026 sekira pukul 09.00. Wita

Pengecekan yang melibatkan jasa Raharja dan dinas perhubungan kabupaten Bima itu meliputi Jalur Talabiu – Madapangga
Cabang pasar sila kecamatan Bolo,
Desa Ndano Madapangga,Jalur Woha – Monta, dan Desa Sakuru Kecamatan Monta

Pemasangan papan himbauan tertib berlalu lintas di titik-titik rawan laka guna menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Bima.

Selain itu kegiatan tersebut guna terjalinnya sinergitas antara Sat Lantas Polres Bima dengan Jasa Raharja dalam upaya pencegahan laka lantas.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kasat Lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo S.H.,menjelaskan bahwa pemasangan papan himbauan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas, khususnya di jalur-jalur rawan.

“Pemasangan papan peringatan diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan pengendara, terutama saat melintasi titik-titik berbahaya”. Ujarnya.

Selain pemasangan papan himbauan, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan oleh Satlantas Polres Bima Kabupaten melalui unit gakumnya.

Sosialisasi dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari penyuluhan langsung, penggunaan pengeras suara (public address), hingga kampanye melalui media sosial.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…