Berita

Bhabinkamtibmas Kawal Pendaftaran Bakal Calon Kades Lamunga, Situasi Aman dan Kondusif

×

Bhabinkamtibmas Kawal Pendaftaran Bakal Calon Kades Lamunga, Situasi Aman dan Kondusif

Share this article

Sumbawa Barat – Bhabinkamtibmas Desa Lamunga, Bripka Jalaludin, turut mengawal dan memantau proses pendaftaran bakal calon Kepala Desa Lamunga, Darmaji Ardi, di Kantor Desa Lamunga, Rabu (19/8/2026).

Pendaftaran berlangsung sekitar pukul 08.30 Wita. Darmaji Ardi datang bersama sekitar lima orang pendukung dan diterima oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Lamunga.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Anak Agung Made Subrata mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan pemilihan kepala desa berlangsung.

“Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif,” ujar IPTU Anak Agung Made Subrata.

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Jalaludin hadir bersama Babinsa Desa Lamunga Sertu Ardiansyah. Sementara dari pihak penyelenggara, hadir Ketua PPKD Lamunga Sultan Baharuddin, S.Ap., beserta jajaran.

Selain itu, turut hadir bakal calon Kepala Desa Lamunga Darmaji Ardi dan sekitar lima orang pendukungnya.

Selama proses pendaftaran berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun kejadian yang dapat menghambat jalannya tahapan pendaftaran.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.00 Wita. Kepolisian mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam tahapan pemilihan kepala desa untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan dan suasana kondusif hingga seluruh tahapan selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…