Berita

Ciptakan Kamseltibcarlantas, Sat Lantas Polres Sumbawa Gelar Strong Point Pagi di Titik Rawan Kota

×

Ciptakan Kamseltibcarlantas, Sat Lantas Polres Sumbawa Gelar Strong Point Pagi di Titik Rawan Kota

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sumbawa konsisten menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat melalui kegiatan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas pagi hari atau Strong Point. Kegiatan rutin ini dilaksanakan di sejumlah titik rawan kemacetan, persimpangan strategis, serta kawasan sekolah di wilayah Kabupaten Sumbawa, Selasa (18/08/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K melalui Kasat Lantas AKP Belly Rizaldy Nata Indra, S.Tr.K., S.I.K dalam aksi pelayanan pagi yang dimulai pukul 06.30 WITA hingga 07.30 WITA ini difokuskan untuk memberikan rasa aman serta kelancaran aktivitas masyarakat dan para pelajar yang memulai kegiatan hariannya.

Pelaksanaan Strong Point pagi melibatkan personel Sat Lantas Polres Sumbawa yang ditempatkan di berbagai titik simpul jalan padat aktivitas serta kawasan pendidikan. Adapun sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat pengguna jalan raya serta para siswa-siswi pelajar yang hendak pergi ke sekolah.

“Sejumlah lokasi strategis yang menjadi titik penggelar personil meliputi beberapa titik di wilayah Sumbawa termasuk kawasan persimpangan utama, kawasan tertib lalu lintas, serta sejumlah sekolah tingkat dasar hingga menengah mendapat penempatan personel pengamanan”, Ujar AKP Belly Rizaldy Nata Indra, S.Tr.K., S.I.K.

Di samping itu, petugas kepolisian turut menyampaikan imbauan secara humanis kepada para pengendara agar senantiasa mematuhi peraturan dan tertib dalam berlalu lintas, termasuk menggunakan helm standar bagi pengendara roda dua serta melengkapi kelengkapan berkendara.

“Selama kegiatan berlangsung, personel Sat Lantas aktif melaksanakan pengaturan dan penjagaan arus lalu lintas di simpul-simpul jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran, maupun kecelakaan lalu lintas. Selain mengurai kepadatan kendaraan, petugas juga sigap membantu menyeberangkan jalan bagi para pejalan kaki dan pelajar demi keselamatan mereka”, Ujar Petugas di sela-sela kesibukannya.

Kehadiran personel Sat Lantas di jalan raya pada jam sibuk pagi hari ini berhasil mencapai seluruh sasaran secara optimal. Arus lalu lintas di seputaran wilayah Sumbawa dan sekitarnya terpantau ramai, lancar, serta terkendali.

Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan Strong Point pagi berakhir pada pukul 07.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar, tanpa adanya hambatan berarti yang mengganggu kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Sumbawa. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…