Berita

Jaga Keamanan Pelajar Pulang Sekolah, Polsek Tanjung Gelar Pengaturan Rawan Siang di Depan SMPN 1 Tanjung

×

Jaga Keamanan Pelajar Pulang Sekolah, Polsek Tanjung Gelar Pengaturan Rawan Siang di Depan SMPN 1 Tanjung

Share this article

 

LOMBOK UTARA — Guna memastikan keselamatan para pelajar serta menjaga kelancaran arus lalu lintas, personel Polsek Tanjung melaksanakan kegiatan pengaturan Rawan Siang di Jalan Raya depan SMPN 1 Tanjung, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WITA tersebut difokuskan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan dan kepadatan arus kendaraan pada jam rawan kepulangan siswa.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kapolsek Tanjung AKP Surya Irawan, S.H., menyampaikan bahwa penempatan personel di titik-titik krusial merupakan wujud nyata pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Petugas di lapangan bersiap menyeberangkan para siswa SMPN 1 Tanjung, membantu penjemputan oleh orang tua murid, serta mengatur laju kendaraan yang melintas. Langkah ini penting untuk mencegah laka lantas dan menciptakan kamseltibcarlantas yang aman, tertib, serta lancar,” jelas AKP Surya Irawan.

Kegiatan pengaturan Rawan Siang tersebut dilaksanakan oleh Aiptu I Ketut Oka Susila bersama Brigpol I Dewa Putu Aditya S.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan situasi arus lalu lintas di kawasan sekolah terpantau lancar hingga selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…